Cara Memilih Drone Pertama: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli
Bobot, waktu terbang, sensor, dan aturan lokal yang sering dilupakan pembeli pemula.
Ilustrasi Halo Lensa Pro. Kedua varian Lito dilipat menjadi seukuran genggaman dan beratnya di bawah 250 gram.
Diperbarui 10 September 2026
DJI menambah pilihan di kelas pemula. Lewat seri Lito yang diumumkan pada akhir April 2026, produsen drone asal Shenzhen itu menawarkan dua model, Lito 1 dan Lito X1, untuk pengguna yang ingin drone mudah dipakai tetapi tidak mau kehilangan fitur penting seperti penghindar rintangan.
Secara posisi, seri Lito berada di antara drone ultra-ringkas seperti DJI Neo dan model yang lebih lengkap seperti Mini 4K. Sasarannya jelas: pembeli pertama dan pengguna kasual yang lebih sering terbang untuk vlog perjalanan, dokumentasi keluarga, atau konten media sosial.
Keluhan klasik drone pemula adalah waktu terbang yang pendek. DJI membekali kedua model dengan baterai standar yang bertahan sekitar 36 menit, dan menyediakan opsi baterai berkapasitas lebih besar yang memperpanjang waktu terbang hingga sekitar 52 menit. Dengan durasi itu, pengguna bisa mencoba beberapa sudut pengambilan tanpa bolak-balik mendarat.
Lito 1 memakai sensor 1/2 inci yang mampu memotret 48 MP dan merekam video 4K pada 60 fps. Lito X1 naik kelas dengan sensor 1/1,3 inci, perekaman 4K hingga 100 fps untuk gerak lambat, serta profil warna 10-bit D-Log M yang memberi ruang lebih luas saat penyuntingan warna. Keduanya mendukung HDR.
Inilah pembeda utama. Lito X1 membawa sensor LiDAR di bagian depan yang membantu drone mengenali rintangan dengan akurasi tinggi, termasuk dalam cahaya rendah hingga kisaran 5 lux, misalnya menjelang matahari terbenam. Baik Lito 1 maupun Lito X1 juga dilengkapi sensor visi ke segala arah untuk mengurangi risiko tabrakan dari samping, atas, maupun bawah.
| Aspek | DJI Lito 1 | DJI Lito X1 |
|---|---|---|
| Sensor kamera | 1/2 inci, foto 48 MP | 1/1,3 inci |
| Video maksimum | 4K 60 fps, HDR | 4K 100 fps, HDR, 10-bit D-Log M |
| Waktu terbang | ±36 menit, ±52 menit dengan baterai besar | ±36 menit, ±52 menit dengan baterai besar |
| Penghindar rintangan | Sensor visi ke segala arah | Sensor visi ke segala arah + LiDAR depan (hingga ±5 lux) |
| Bobot | Di bawah 250 g, lipat | Di bawah 250 g, lipat |
| Harga peluncuran (AS) | 299 dolar AS (±Rp4,8 juta) | 369 dolar AS (±Rp6 juta) |
Peluncuran global dimulai dari Amerika Serikat dengan harga resmi 299 dolar AS untuk Lito 1 dan 369 dolar AS untuk Lito X1, atau kira-kira Rp4,8 juta dan Rp6 juta sebelum pajak dan biaya distribusi. Kedua model kemudian diumumkan resmi untuk pasar Indonesia pada Mei 2026.
Lito 1 cocok untuk pembeli pertama yang ingin hasil 4K rapi tanpa banyak pengaturan. Lito X1 layak dipertimbangkan jika Anda sering terbang menjelang senja, ingin gerak lambat 100 fps, atau berencana mewarnai video sendiri. Selisih harganya tidak besar, dan LiDAR di X1 adalah alasan paling kuat untuk mengeluarkan tambahan itu.
Artikel ini dirangkum oleh redaksi Halo Lensa Pro dari materi peluncuran resmi dan pemberitaan media teknologi, lalu ditulis ulang dengan kata-kata kami sendiri. Harga adalah harga peluncuran dan dapat berubah.